logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lomba Pidato Kependudukan

Lomba Pidato  Kependudukan

Dalam rangka mewujudkan penghargaan aunugrah kencana, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat memberi apresiasi kepada kepala daerah dan remaja berprestasi.

Inovasi Mahasiswa/Pelajar

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
26 Mei, 2017 21:52:26
Inovasi Mahasiswa/Pelajar
Komentar: 0
Dibaca: 22924 Kali

Dalam rangka mewujudkan penghargaan aunugrah kencana, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat memberi apresiasi kepada kepala daerah dan remaja berprestasi. Menanggapi hal tersebut, BKKBN NTB dalam konstribusinya telah mensosialisasikan Keluarga Berencana dengan melalui salah satu kegiatan khusus yang ditujukan kepada remaja berprestasi, yakni “Lomba Pidato dan Karya Tulis Kependudukan”.

Lomba Pidato dan Karya Tulis Kependudukan yang diselenggarakan oleh pihak BKKBN NTB mengangkat tema “Melalui Pendidikan Kependudukan Kita Wujudkan Remaja Yang Berkakarakter Bangsa”.

Leo Darenoh, selaku ketua panitia penyelenggara  mengatakan “terlaksananya kegiatan lomba pidato dan karya tulis kependudukan adalah salah satu upaya untuk mensosialisasikan pentingnya program keluarga berencana, dan juga memberi penanaman nilai pendidikan bagi generasi berencana (genre), terutama kepedulian mereka terhadap laju pertumbuhan penduduk yang ada di Indonesia yang notabennya memiliki dampak negatif terhadap prilaku remaja itu sendiri, dan juga terhadap kesejahteraan rakyat”.

Khusus untuk lomba pidato, kegiatan ini melibatkan 15 peserta remaja berprestasi se-NTB, dan berusia 15 sampai dengan 19 tahun. Ke 15 peserta tersebut berasal dari berbagai sekolah se NTB, baik dari tingkat SLTP atau sederat maupun tingkat SLTA atau sederajat.

Masing-masing peserta pidato remaja berprestasi membawakan judul yang berbeda, namun tetap mengacu pada tema yang telah ditetapkan oleh pihak panitian dari Kantor BKKBN Propensi, yaitu tentang kependudukan dalam kaitannya dengan pembentukan karakter remaja penerus bangsa.

Betari, seorang peserta pidato remaja berprestasi yang mewakili SMAN 5 Mataram, menyampaikan “laju pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang berada pada urutan ke 4 tentang jumlah penduduk. Dampak sosial pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin memprihatinkan. Ketidakseimbangan jumlah penduduk dengan lapangan pekerjaan menyebabkan terjadinya kejahatan, pergaulan bebas.” Betari juga menegaskan bahwa remaja adalah generasi penerus bangsa yang sifatnya masih labil dan gampang untuk terjerumus ke dalam prilaku yang negatif. Olehnya itu, dampak sosial  pertumbuhan penduduk perlu diatasi dengan melalui pendidikan kependudukan pada kaum remaja, agar mereka dapat memahami masalah kependudukan dan dampaknya terhadap kehidupan remaja.

Demikian juga Rahmatullah, peserta remaja berprestasi yang berasal dari SMAN 1 Sumbawa. Rahmatullah menyampaikan “Generasi berencana (genre) sebagai tonggak penerus bangsa. Sebagai generasi berencana, setidaknya dibekali dengan pendidikan kependudukan yang dapat membentuk karakter remaja yang membangun bangsa.” Ia pun juga menegaskan,” Kita melihat bahwa di tengah membludaknya penduduk di Indonesia, sex bebas terjadi di manan-mana, narkoba, oborsi banyak juga terjadi, serta pernikahan dini banyak terjadi di NTB,” tegas Rahmatullah dengan ekpressif.

Rahmatullah melanjutkan bahwa penyebab terjadinya nikah dini di NTb adalah bertahannya budaya lama pada masyarakat. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan pada masyarakat adalah juga salah satu penyebab terjadinya nikah dini di NTB. “Untuk mengatasi persoalan remaja dalam kaitannya dengan laju perteumbuhan penduduk, peran orang tua, agama dan kasih sayang pada remaja perlu ditingkatkan,” tegas Rahmatullah.

 I Gusti Ira Ayu, perwakilan dari SMAN 8 Mataram, dalam pidatonya mengatakan ”Indonesia tidak optimal dalam memanfaatkan sumber daya alam, pada hal banyak. Kita hanya dikuras oleh bangsa luar.” Ia pun juga menegaskan bahwa jumlah prenduduk Indonesia semakin meningkat, dan tidak ada keseimbangan dengan persediaan lapangan kerja, hal inilah yang menyebabkan kesejahteraan Indonesia tidak merata.

 

Baca Juga :


Peserta pidato berprestasi yang sangat piawai dalam menyampaikan materi di atas panggung adalah Indah Parhaini, bersal dari P3A KSB. Peserta yang satu ini membahas tentang kesenjangan sosial dalam pertumbuhan penduduk yang tidak merata. Dalam pengkajian materinya, Parhaeni melihat bahwa dampak negatif dari laju pertumbuhan penduduk di NTB semakin terasa. Iapun menegaskan bahwa dengan pertumbuhan penduduk yang kian meningkat, masyarakat mengalami kesenjangan dalam perekonomian. Dari kesenjangan itu pula dapat berdampak pada prilaku remaja, seperti kejahatan, pergaulan bebas, narkoba, minuman keras, bahkan kekerasan dalam hidup. “Olehnya itu, sebagai generasi berencana  pnerus bangsa perlu adangaya pengatasan dari pemerintah, seperti pemberian pendidikan kependudukan dengan berbagai dampaknya,” tegas Parhaeni.

Dari ragam materi pidato yang dibawakan oleh 15 peserta remaja berprestasi se-NTB adalah hal yang luar biasa. Para pserta diberi tema yang sama, namun masing-masing peserta mampu menggali dan mengkaji persoalan-persoalan kependudukan dalam kaitannya dengan karakter remaja, begitupun juga dengan mampunya mereka memikirkan suatu upaya dalam mengatasi permasalahan pada remaja melalui pidato yang dibawakannya.

Mengingat tidak semua peserta pidato remaja berpretasi akan terpilih sebagai juara, olehnya itu, para dewan juri, yakni H. M. Zaini dari P2K selaku juri 1, M. Zaini dari Taman Budaya selaku juri 2, DR. Jalal dari Unram selaku juri 3, dan  Sukri Aruman dari KPID selaku juri 4 menyatakan bahwa Indah Pahraini dari P3A KSB keluar sebagai juara I, Rahmatullah dari SMAN 1 Sumbawa sebagai juara II, dan Lale Sumariani dari SMAN i Paraya Lombok Tengah keluar sebagai juara III.

Untuk karya tulis kependudukan, Nurmalinda Dewi Hartono asal Dompu keluar sebagai juara I, Fadly Rahman Sidik dari Lombok Timur sebagai juara II, dan Muhammad Faijih dari Bolo-Bima keluar sebagai juara III.

Acara Lomba pidato kependuduikan yang diselenggarakan oleh pihak Kantor BKKBN Propensi Nusa Tenggara Barat berlangsung pada hari kamis, 25 Mei 2017 di lantai I Mal Mataram. Proses jalannya acara ini dipandu oleh seorang Mc yang handal dan menarik, yakni Imam Setiawan. Acara ini pun juga dimeriahkan oleh NTN Band. [] - 01

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan